BERANDA

Selasa, 05 April 2016

Beda Pendapat Antara Sesama Muslim! Haruskah Saling Menyalahkan..?



Hari ini saya dapet pelajaran baru tentang bagaimana seharusnya kita menyikapi soal perbedaan pendapat, terlebih pendapat itu tentang pandangan umat Muslim mengenai kebiasaan umat Muslim itu sendiri.

Saya termasuk orang yang tidak begitu paham tentang Hadist, hanya segelintir ilmu saya jika dibanding saudara-saudara muslim yang lainnya, tapi disini saya tidak akan membahas pendapat saya vs pendapat muslim yang lainnya, karena sesungguhnya hidup di dunia pastilah banyak perbedaan pendapat, itu normal dan manusiawi selama kita tidak keluar dari jalur (Al-qur’an & Hadist Nabi Muhammad SAW).

Hari ini saya buka FB dan di beranda saya sempat membaca mengenai sebuah wasiat (bukan wasiat harta gonogini tapi lho… hehehe..) yang disebutkan kira-kira seperti ini isinya
“Jika kelak aku mati kuburkanlah jenazahku dengan Syar’I
Jangan ada tabur bunga..
Jangan dibangun kuburanku..
Jangan ditulis nama..
Jangan ada azan di jenazahku..
Jangan ada baca yasin di jenazahku..
Jangan ada tahlil-an..
Jangan ada bendera kuning..”

Kutipan Gusdur dari Google.com
Nah.. ketika kita membaca hal itu, sadarkah kita kalau itu wasiat seseorang kepada orang lain yang mungkin ditujukan kepada keluarga dan kerabatnya..?

Tapi disitu banyak banget yang coment dan akhirnya terjadi perdebatan dengan nada bicara yang seolah-olah saling menyalahkan dan menganggap pendapatnyalah yang BENAR.. Waduh… kok jadi begini ya…

Coba kita bisa menyikapinya dengan baik.., biarkan orang berfikir kepada apa yang diyakininya selagi itu tidak menyimpang dari yang telah diajarkan Imam / alim Ulama kita, karena setelah Rosulullah SAW dan para sahabatnya, merekalah yang lebih paham mengenai Al-qur’an dan Hadist Nabi, dan kita juga pasti tahu banyak pendapat yang berbeda antara Imam Syafi’i, Imam Hambali, Imam Hanafi dan Imam Malik…
lalu apakah kita harus 1 pendapat sedang imam kita yang sangat cerdas-pun masih berbeda pendapat.. disinilah kita harus bisa mengambil hikmah dari sebuah perbedaan itu.

Kita ambil contoh, cara pemakaman Mukmin yang Syahid dan Mukmin yang meninggal biasa (bukan syahid) jelas berbeda, orang yang syahid tidak membutuhkan lagi yang namanya kain kafan, dimandikan bahkan tanpa doa dari siapapun Insya Allah.. Alllah telah menjaminnya masuk surga. Tapi orang yang bukan mati syahid Insya Allah masih perlu di doakan (anak dan keluarganya) dan ga ada salahnya jika orang lain pun mendoakan untuk si Almarhum.

Kalo soal bendera kuning ya mingkin Cuma untuk tanda saja bahwa disitu ada orang yang baru meninggal.. jadi kalo keluarga atau tetangga yang belum tahu jadi tahu.. itu saja..!

Jadi kesimpulannya kita belajjar untuk menghargai pendapat orang lain dan jika kita merasa pendapat kita benar sampaikanlah tanpa harus memaksakan orang untuk meyakininya.. toh semuanya masih berpegang teguh pada Al-qur’an & Hadist, hanya berbeda cara penafsiran..
Dan jangan lupa, yang menafsirkan itu Imam yang sholeh lho.. kita jalani mana yang kita yakini lebih tepat. Saya rasa jika kita semua bersikap seperti itu maka insya Allah Ukhuwah Islamiyah yang terjalin antara kita dapat lebih terjaga keeratannya.

Wallahua’lam..

Semoga kita termasuk orang-orang yang diberkahi keimanan dan ketaqwaan yang teguh oleh Allah SWT.
Amin ya robbal alamin..